Salah Pilih Kode KBLI Bisa Menghentikan Bisnis Anda? Panduan Lengkap Tingkat Risiko OSS-RBA
Sistem OSS direformasi besar-besaran pada Juni 2025, jumlah kode KBLI bertambah dari 1.348 menjadi 1.417. Pelajari mengapa tingkat risiko sangat menentukan izin usaha yang dibutuhkan.
- KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) adalah kode usaha 5 digit yang menentukan izin usaha, batas kepemilikan saham asing, dan dokumen yang dibutuhkan. Salah memilih kode dapat menyebabkan NIB ditolak atau menghambat ekspansi bisnis di kemudian hari.
- Melalui PP 28/2025 yang berlaku sejak 5 Juni 2025, jumlah sektor yang dinilai tingkat risikonya bertambah dari 16 menjadi 23 sektor, dan jumlah kode KBLI bertambah dari 1.348 menjadi 1.417.
- Tingkat risiko terbagi menjadi 4 tahap: Rendah → Menengah Rendah (deklarasi mandiri) → Menengah Tinggi (verifikasi pemerintah) → Tinggi. Semakin tinggi tingkatnya, semakin banyak izin yang dibutuhkan dan semakin lama waktu prosesnya.
1Mengapa KBLI Menjadi 'Kancing Pertama' Bisnis Anda?
Untuk mendirikan perusahaan di Indonesia, Anda harus mendaftarkan kode KBLI yang sesuai dengan tujuan usaha di sistem OSS (Online Single Submission). Kode ini bukan sekadar klasifikasi, tetapi menentukan ① batas kepemilikan saham asing, ② persyaratan modal minimum, ③ jenis izin yang dibutuhkan, dan ④ berlaku tidaknya insentif pajak. Jika kode dipilih secara keliru, masalah sering baru terlihat saat pembukaan rekening bank, pengajuan izin impor, atau pelaporan pajak.
2Reformasi OSS 2025, Apa yang Diperluas?
| Kategori | PP 5/2021 (Sebelum Reformasi) | PP 28/2025 (Sejak 5 Jun 2025) |
|---|---|---|
| Sektor yang Dinilai Risikonya | 16 sektor | 23 sektor |
| Jumlah Kode KBLI yang Terdaftar | 1.348 kode | 1.417 kode |
| Tujuan Utama | Penerapan sistem izin berbasis risiko | Penyederhanaan birokrasi, terutama untuk UMKM |
34 Tingkat Risiko, Apa Bedanya?
| Tingkat Risiko | Izin yang Dibutuhkan | Karakteristik |
|---|---|---|
| Rendah | Hanya Nomor Induk Berusaha (NIB) | Praktis terbit secara langsung |
| Menengah Rendah | NIB + Sertifikasi Standar (deklarasi mandiri) | Perusahaan menyatakan sendiri pemenuhan persyaratan |
| Menengah Tinggi | NIB + Sertifikasi Standar (verifikasi pemerintah) | Memerlukan proses verifikasi dari instansi pemerintah |
| Tinggi | NIB + Izin Usaha Khusus + pemenuhan persyaratan teknis | Prosedur paling ketat, waktu proses lebih lama |
Sektor seperti manufaktur dan makanan-minuman yang memiliki isu lingkungan dan keselamatan umumnya diklasifikasikan Menengah Tinggi ke atas, sementara konsultasi umum dan perdagangan sering diklasifikasikan Rendah hingga Menengah Rendah. Namun ini bervariasi tergantung kode KBLI spesifik, sehingga pengecekan individual tetap wajib dilakukan.
4Kesalahan yang Sering Terjadi di Lapangan
- Hanya mendaftarkan bisnis utama tanpa menambahkan bisnis sampingan (misalnya penjualan online) ke KBLI, sehingga harus registrasi ulang saat ekspansi
- Menganggap sektor berisiko tinggi sebagai berisiko rendah dan mulai beroperasi tanpa izin, hingga menerima surat teguran
- Tidak menyadari adanya batas kepemilikan saham asing pada KBLI tertentu, sehingga merancang struktur kepemilikan 100% yang harus direstrukturisasi kemudian
- Risk-Based Business Licensing in Indonesia: BKPM Regulation No.5/2025 — Kusuma Law Firm
- Apa Bedanya Tingkat Risiko Rendah, Menengah, dan Tinggi dalam OSS-RBA? — Golaw
- Business License Classification in Indonesia's RBA System — ASEAN Briefing
Apakah Ini Berlaku Sama untuk Situasi Anda?
Ketentuan dapat berbeda tergantung jenis usaha, struktur kepemilikan, dan jumlah karyawan. Konsultasikan secara gratis untuk kepastian lebih lanjut.